Tampilkan postingan dengan label wisata indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata indonesia. Tampilkan semua postingan

5 Pantai Paling Indah Di Raja Ampat

5 Pantai Paling Indah Di Raja Ampat


5 Pantai Paling Indah Di Raja Ampat - Tak diragukan lagi, keindahan bahari Kepulauan Raja Ampat memang sudah tersohor ke berbagai penjuru dunia. Tak hanya alam bawah lautnya, pantai dengan pasir putih juga mempesona. Inilah 5 Pantai Paling Indah Di Raja Ampat.



Dikutip dari detikTravel, Rabu (13/11/2013) ada 5 Pantai Paling Indah Di Raja Ampat:


1. Pantai Arborek

Pantai Arborek
Foto: (Afif/detikTravel)


Sesuai namanya, pantai ini berada di dalam Pulau Arborek. Letaknya sekitar 1 jam dari Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat. Pantai ini memiliki pasir yang sangat putih. Tak hanya di tepian tapi menutupi seluruh pulau. Bahkan, rumah penduduk pun beralaskan pasir putih ini.

Berjalan di sepanjang pesisir pantai, kamu akan menemukan banyak pohon kelapa berjejer rapi. Suasana rindang dan sejuk pun akan didapatkan selama berada di pantai ini.


2. Pantai WTC

Pantai WTC
Foto: (Putri/detiktravel)

Sebagai ibukota kabupaten, Waisai jadi persinggahan wajib para wisatawan yang akan menjelajah Raja Ampat. Ada satu pantai di sana yang wajib datangi, yakni Pantai Waisai Torang Cinta (WTC). Sekilas, suasana Pantai WTC mirip dengan Pantai Ancol yang ada di Jakarta.

Bisa dibilang, Pantai WTC adalah salah satu pusat berkumpul masyarakat Waisai. Ada taman kecil menghiasi WTC. Tak hanya itu, WTC juga telah dilengkapi dengan kursi taman kecil yang asyik untuk duduk-duduk bersama teman. Rencananya, Pantai WTC akan menjadi pusat persinggahan Sail Raja Ampat 2014 mendatang.


3. Pantai Waiwo

Pantai Waiwo
Foto: (Putri/detikTravel)

Berada sekitar 15 menit dari Pantai WTC, wisatawan akan dihadapkan dengan Pantai Waiwo. Inilah pantai lain di Raja Ampat yang tak kalah cantik. Pasir putih halus dan degradasi air laut mempercantik pantai ini.

Di bawah terang cahaya matahari, Pantai Waiwo begitu menghipnosis setiap mata yang memandang. Deretan penginapan di sepanjang pantai bisa jadi pilihan turis yang ingin menikmati Waiwo lebih lama.


4. Pantai Cemara

Pantai Cemara
Foto: (Putri/detikTravel)

Berada tak jauh dari Pantai Waiwo, masih ada lagi pantai cantik yang juga cantik, yakni Cemara. Sama seperti Waiwo, Cemara juga memiliki pasir putih yang halus dengan laut biru bersih. Sempurna!

"Namanya cemara karena banyak tumbuh pohon cemara laut di sini," tutur Pak Ahmad, salah seorang penduduk lokal.


5. Pantai Yeben

Pantai Yeben
Foto: (Putri/detikTravel)

Berbeda dengan Pantai WTC, Waiwo dan Cemara yang berada di Waisai, Pantai Yeben terletak di pulau yang berbeda, yakni Pulau Yeben. Pulau ini ditempuh sekitar 1,5 jam dari Pantai Cemara.

Meski jauh, panorama yang disuguhkan sangat menakjubkan. Pantainya memiliki pasir putih sehalus bedak. Menengok ke laut, siap-siap terpukau lewat airnya yang sangat jernih. Saking beningnya, Anda bisa melihat ikan aneka warna bebas berenang tanpa perlu menyelam.

Nah, itulah 5 Pantai Paling Indah Di Raja Ampat semoga menambah wawasan anda.

Baca Juga #Keindahan Pesona Raja Ampat.

Sumber Artikel
Readmore → 5 Pantai Paling Indah Di Raja Ampat

5 Tradisi Kematian Paling Unik Di Indonesia

5 Tradisi Kematian Paling Unik Di Indonesia


5 Tradisi Kematian Paling Unik Di Indonesia - Indonesia punya banyak tradisi unik, termasuk soal kematian. Beda suku dan daerah, beda lagi tradisi kematiannya. 5 Tradisi kematian ini misalnya, cuma ada di Indonesia.

Dikutip dari detikTravel, Kamis (24/10/2013), berikut 5 Tradisi Kematian Paling Unik Di Indonesia:


1. Tidak mengubur jenazah (Bangli, Bali)

Tidak mengubur jenazah (Bangli, Bali)
Foto: (Sastri/detikTravel)


Kalau mayoritas masyarakat Bali melakukan ritual Ngaben saat kematian seseorang, lain halnya dengan warga Kabupaten Bangli. Mereka membiarkan tulang-tulang jenazah berserakan di Kuburan Trunyan, yang berada di salah satu sisi Danau Batur.

Meski tulang-tulang tergeletak di banyak tempat, tak ada bau bangkai tercium. Ini karena Taru Menyan, pohon yang jadi asal-usul nama Trunyan. Konon, akar pohon yang menjalar ke sudut-sudut Kuburan Trunyan menghilangkan bau bangkai pada mayat.


2. Rambu Solo (Toraja, Sulsel)

Rambu Solo - Toraja, Sulsel
Foto: (Nugraha/detikTravel)

Rambu Solo adalah upacara kematian khas Suku Toraja, Sulawesi Selatan. Ini adalah pesta yang digelar sebagai tanda penghormatan terakhir kepada mendiang yang telah pergi. Usai melewati serangkaian acara, jenazah diusung menggunakan Tongkonan menuju makam yang berada di tebing-tebing dan gua.

Dalam upacara Rambu Solo, dibuat boneka kayu yang sengaja dibuat mirip dengan orang yang meninggal. Boneka itu kemudian diletakkan di tebing, dekat si jenazah.

3. Brobosan (Jawa Timur)

Brobosan, Jawa Timur
Foto: (jawatimuran.wordpress.com)

Brobosan adalah upacara kematian yang biasa dilakukan masyarakat Jawa Timur. Seluruh anggota keluarga mendiang berjalan mengitari bawah keranda jenazah yang diangkat.

Mereka melakukan hal ini untuk menghormati mendiang dan mengenang semasa hidup. Mereka mengitari keranda sebanyak 3 kali, sebelum akhirnya dibawa ke liang lahat.

4. Saur Matua (Sumatera Utara)

Saur Matua, Sumatera Utara
Foto: (Fitraya/detikTravel)

Saur Matua adalah upacara penghormatan yang dilakukan masyarakat Batak. Upacara ini hanya dilakukan kalau anak-anak dari mendiang telah menikah seluruhnya. Saur Matua dilakukan sebagai penghormatan karena mendiang telah berhasil mendidik putra-putrinya sampai menikah.

Kalau biasanya tangan mendiang diletakkan di depan dada, lain halnya dengan Saur Matua. Khusus ritual ini, tangan mendiang diletakkan di samping badan.

5. Ngaben (Bali)

Ngaben, Bali
Foto: (Gede Suardana/ detikTravel)

Upacara kremasi jenazah biasa dilakukan oleh masyarakat Hindu dan Tionghoa. Di Bali, upacara kremasi atau pembakaran ini disebut Ngaben. Yang membedakan Ngaben dengan upacara kremasi lain adalah rentetan prosesi dan ritual, termasuk adanya 'Bade' dan 'Lembu'.

'Bade' dan 'Lembu' terbuat dari kayu, kertas warna-warni, dan bahan-bahan lainnya. 'Bade' dan 'lembu' ini menjadi tempat jenazah yang nantinya akan dikremasi.

Nah, itulah 5 Tradisi Kematian Paling Unik Di Indonesia semoga menambah wawasan anda.


Readmore → 5 Tradisi Kematian Paling Unik Di Indonesia

5 Pantai Paling Indah Di Maluku

5 Pantai Paling Indah Di Maluku



5 Pantai Paling Indah Di Maluku - Maluku menyuguhkan berbagai tempat wisata yang eksotis. Tidak lengkap liburan ke Maluku, bila belum mengunjungi 5 Pantai Paling Indah Di Maluku berikut ini.


1. Pantai Pintu Kota
Pantai Pintu Kota
Foto: (Elyn Prina/ d'Traveler)



Pintu Kota, pantai ini menyimpan keunikan tersendiri yaitu terdapat lubang besar yang menerobos tebing karang, sampai tembus di kedua sisinya. Pada bagian karang yang berlubang tersebut apabila kita berdiri di pinggir pantai, maka kita dapat melihat laut secara langsung melalui lubang tersebut.

Pantai Pintu Kota berbentuk teluk merupakan jenis pantai berkarang dan berbatu. Bagian bibir pantai yang berpasir hanya sedikit saja. Pantai ini terkenal dengan bebatuan karang yang besar dan pantai pasir hitam.



2. Pantai Natsepa
Pantai Natsepa
Foto: (Elyn Prina/ d'Traveler)

Pantai Natsepa memiliki pasir putih dan lautan yang biru jernih yang terlihat cantik dari atas tebing. Pemandangan inilah yang digandrungi banyak traveler.

Setelah puas bermain air, traveler bisa menyicip sajian khas Pantaai Natsepa, yaitu rujak. Rujak di Pantai Natsepa punya rasa yang unik. Pada sambalnya, si pedagang biasanya memberikan tomi-tomi atau anggur Ambon.


3. Pantai Hunimuna
Pantai Hunimuna
Foto: (Zainal Kabila/ d'Traveler)

Pantai Hunimua atau Pantai Liang ada di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Ini merupakan pantai pasir putih dengan kecantikan gradasi lautnya. Pilihlah bulan tenang seperti September-November atau April-Mei, agar tidak penuh dengan wisatawan.


Dari beberapa pantai yang cukup populer di Ambon, Pantai Liang menjadi salah satu favorit warga lokal dan juga wisatawan luar. Pantai ini sudah dikenal sejak tahun 1990-an dan bahkan pernah disebut-sebut sebagai pantai terbaik di Indonesia.


4. Pantai Ora

Pantai Ora
Foto: (Pemprov Maluku)

Ini adalah Maladewa-nya Maluku. Hal ini karena pemandangannya hampir mirip dengan negara kepulauan tersebut. Pantai Ora terletak di Desa Saleman, Seram Utara, Maluku Tengah, Maluku. Akses menuju lokasi memang tidak mudah.


Namun, pantai dengan pasir putihnya yang terang dan air lautnya yang biru tenang akan membuat Anda lupa dengan hiruk-pikuk kehidupan di kota besar. Bagi yang pergi bersama pasangan, suasana romantis seakan menghampiri Anda.


5. Pantai Sulamadaha
Pantai Sulamadaha
Foto: (Nurul Hidayati/detikTravel)

Pantai Sulamadaha di Ternate, punya panorama luar biasa indah. Airnya sangat jernih dan berwarna biru tua. Saking jernihnya, banyak traveler yang menjuluki Pantai Sulamadaha sebagai Pantai Kaca.


Berkunjung ke Maluku belum lengkap rasanya kalau belum mengunjungi Pantai Sulamadaha. Selain airnya yang biru jernih, pantai ini berhadapan langsung dengan bukit di Pulau Hiri. Perairannya penuh ikan-ikan cantik. Berperahu menyusuri pantai ini rasanya sangat mengagumkan.

Nah, itulah 5 Pantai Paling Indah Di Maluku semoga menambah wawasan anda.

Sumber Artikel
Readmore → 5 Pantai Paling Indah Di Maluku

4 Tempat Wisata Paling Murah Di Bali

4 Tempat Wisata Paling Murah Di Bali


4 Tempat Wisata Paling Murah Di Bali - Siapa yang tak kenal Bali? Di Indonesia bahkan di seluruh penjuru dunia, Bali sudah dikenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni budayanya. Bali nampaknya menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang paling diminati para wisatawan untuk dikunjungi.

Di sana, banyak pemandangan alam yang bisa dinikmati. Provinsi yang memiliki sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura ini mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Hindu. Oleh karena itu, di sana banyak pura yang dijadikan sebagai tempat memuja para Dewa (Tuhan). Selain itu, Bali juga memiliki banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Bukan hanya pantainya saja, tapi masih ada tempat wisata lain yang murah dan menarik untuk dikunjungi.

Berbagai tempat wisata yang ada di Bali, nampaknya memiliki keunikannya masing-masing. Tak heran, banyak orang yang ingin balik lagi ke Bali untuk bisa menikmati pemandangan dan mendapatkan hiburan menarik. Lalu, apakah Anda berencana akan pergi liburan ke Bali? Liburan ke Bali sebenarnya tidak perlu membawa uang banyak. Dengan uang pas-pasan saja, Anda sudah bisa mengunjungi beberapa objek wisata yang indah secara cuma-cuma.

Apa saja tempat wisata paling murah di bali tersebut? Dikutip dari Travel.detik..com, berikut 4 Tempat Wisata Paling Murah Di Bali dan indah yang patut dikunjungi:


1. Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot


Tempat wisata ini merupakan keunikan lain di Bali. Anda akan terkesima oleh puranya yang berdiri megah dan air laut biru yang mengelilinginya. Selain itu, pantai Tanah Lot juga memiliki banyak batu karang dan tak ada pasir putih. Namun, pemandangan indah bisa dinikmati dan Anda juga bisa berfoto dengan latar Pura Tanah Lot sepuasnya. Biasanya banyak orang yang menghabiskan waktu di pantai ini pada sore hari untuk melihat sunset. Untuk masuk ke dalam kawasan ini, Anda hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 15.000 saja. Cukup murah, bukan?

2. Danau Beratan

Danau Beratan

Danau Beratan berada di Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali Utara. Di tempat wisata ini, Anda bisa menikmati udara yang sejuk dan pemandangan yang indah. Danau ini cukup luas, memiliki air biru yang tenang, dan dikelilingi pengunungan nan hijau. Pemandangan akan semakin cantik saat Anda melihat Pura Ulun Danu dengan latar danaunya. Untuk menikmati keindahan pemandangan ini, Anda hanya cukup membayar Rp. 10.000 saja.

3. Gua Gajah

Gua Gajah

Bali juga memiliki tempat eksotis yang wajib Anda kunjungi yaitu Gua Gajah. Tempat wisata ini terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Balah Batu, Kabupaten Gianyar. Di sini, Anda bisa masuk ke dalam perut gua dan melihat patung-patung gajah. Di tengah-tengah gua terdapat 6 buah patung yang digunakan sebagai upacara suci agama Hindu dan Buddha. Uniknya, keenam patung tersebut mengeluarkan air dari perutnya.

4. Pemandian Air Panas Banjar

Pemandian Air Panas Banjar

Di tempat wisata ini ada tiga kolam dengan banyak pancuran yang berbentuk kepala naga. Anda bisa merasakan nikmatnya mandi air panas di tempat ini hanya dengan membayar Rp. 5.000 saja per orang. Pemandian Air Panas Banjar ini terletak di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng. Jika ingin membasuh badan dan meregangkan pikiran, maka cobalah untuk mendatangi tempat wisata ini.

Itulah 4 Tempat Wisata Paling Murah Di Bali yang patut dikunjungi. Jadi, tak usah khawatir jika hanya memiliki uang pas-pasan untuk datang ke Bali karena Anda tetap bisa mengunjungi beberapa tempat wisata yang menarik dan indah. Selain itu, Bali juga sangat indah dan romantis jika dikunjungi bersama pasangan. Bagaimana, Anda memiliki rencana liburan ke Bali pada tahun ini?

Readmore → 4 Tempat Wisata Paling Murah Di Bali

5 Kerajaan Hewan Di Indonesia

5 Kerajaan Hewan Di Indonesia


5 Kerajaan Hewan Di Indonesia - Untuk wisatawan pecinta hewan, rasanya wajib tahu 5 tempat di Indonesia ini karena bisa bertemu dengan ratusan hewan khasnya. Saking banyaknya, sampai-sampai tempat ini disebut kerajaan hewan.

Dikutip dari detikTravel, Rabu (3/9/2013) inilah 5 Kerajaan Hewan Di Indonesia:


1. Pulau Rambut, DKI Jakarta
Pulau Rambut, DKI Jakarta
Foto: (Lely Azis/dtraveler)


Berada di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Pulau Rambut tidak dihuni oleh manusia. Seluruh pulau ini dihuni oleh aneka jenis burung cantik. Saking banyaknya burung yang berada di sana, tak sedikit wisatawan yang menyebutnya sebagai Kerajaan hewan Burung.

Traveling ke sana, wisatawan sebaiknya menyiapkan tenda karena tidak tersedia penginapan di sana. Bangunlah pagi-pagi dan naik ke menara. Dari sana, Anda bisa melihat aneka burung yang asyik terbang di pagi hari.

2. Desa Wabula, Kalimantan Timur
Desa Wabula, Kalimantan Timur
Foto: (Shafa/detikTravel)

Desa Wabula di Buton, Kalimantan Timur memiliki sebuah pantai yang masih perawan. Belum banyak turis yang datang ke sana. Saking perawannya, pantai di sana tidak dihuni oleh manusia. Satu-satunya penghuni pantai tersebut adalah keong.

Ada ratusan atau bahkan ribuan keong yang menjadikan Pantai Desa Wabula sebagai rumah tinggal. Semuanya tersebar di atas pasir. Jadi sebaiknya berhati-hati sebelum melangkah.

3. Taman Nasional Baluran, Jawa Timur
Taman Nasional Baluran, Jawa Timur
Foto: (Rivki/detikTravel)

Berada di Situbondo, Jawa Timur, Taman Nasional Baluran dihuni oleh banyak rusa. Saking banyaknya, Anda tidak perlu repot mencari rusa yang sedang asyik bermain di tengah savana. Cukup berjalan sedikit ke hamparan savana, rusa pun sudah bisa ditemukan.

4. Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan
Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan
Foto: (Putri/detikTravel)

Siapa tak suka kupu-kupu? Insekta yang satu ini memang memiliki tubuh yang cantik, terutama di bagian sayapnya. Sayang, kehadiran kupu-kupu perlahan menghilang karena habitatnya yang perlahan hilang.

Tapi tidak dengan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Maros, Sulawesi Selatan. Di sana, masih ada banyak kupu-kupu beterbangan di sana. Warnanya pun beragam dan sangat menarik hati. Oleh karena itu, taman nasional yang satu ini disebut Kerajaan hewan Kupu-kupu.

5. Pulau Kembang, Kalimantan Selatan
Pulau Kembang, Kalimantan Selatan
 Foto : (M Yusuf Simatupang/ACI)

Untuk yang suka monyet, Anda harus menyempatkan diri mampir ke Pulau Kembang di Kalimantan Selatan. Pulau ini dihuni oleh banyak monyet dan tidak dihuni oleh manusia.

Baru tiba di dermaga pulau saja, Anda langsung disambut dengan puluhan monyet ekor panjang. Jika berani coba masuk lebih dalam dan temukan bekantan atau monyet hidung panjang di sana.

Nah, itulah 5 Kerajaan Hewan Di Indonesia semoga menambah wawasan anda.

Readmore → 5 Kerajaan Hewan Di Indonesia

5 Taman Kota Paling Indah Di Indonesia

5 Taman Kota Paling Indah Di Indonesia



5 Taman Kota Paling Indah Di Indonesia - Indonesia punya taman-taman kota yang cantik, tak kalah dengan luar negeri. 5 taman Kota ini misalnya, punya taman kota yang cantik dan bisa jadi wisata yang menarik. Piknik bersama keluarga di akhir pekan juga bisa!

Beberapa kota di Indonesia punya taman kota yang cantik. Taman-taman kota ini menjadi tempat asyik untuk disinggahi, termasuk untuk piknik pada pagi dan sore hari. Dikutip detikTravel, Kamis (5/9/2013), berikut 5 Taman Kota Paling Indah Di Indonesia :



1. Taman Situ Lembang, Jakarta
Foto: (Fitraya/ detikTravel)

Tak perlu jauh-jauh ke luar Jakarta untuk menikmati danau asri penuh bunga teratai. Di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, ada Taman kota Situ Lembang yang terletak di Jl Lembang. Suasananya cukup asri. Waktu detikTravel berkunjung beberapa waktu lalu, danau tersebut dipercantik teratai berwarna putih dan merah muda.

Ada beberapa bangku dan anjungan kecil yang tersedia. Selain duduk dan menikmati suasana, Anda juga bisa menikmati taman bermain dan jalur refleksi.


2. Taman Kota Giri Menang, Lombok Barat
Foto: (lombokbaratkab.go.id)

Traveling ke Lombok Barat, sempatkan diri untuk mengunjungi Kecamatan Gerung. Di sini terdapat Taman Kota Giri Menang yang punya beragam fasilitas. Mulai dari tempat bermain anak, lapangan voli, lapangan basket, tempat wisata kuliner, juga air mancur.



Terletak di lahan seluas 1,5 Hektar, Taman Kota Giri Menang berbentuk persegi panjang. Traveler bisa melihat beragam ukiran khas Lombok di pintu-pintu masuknya. Saat malam, Taman Kota Giri Menang semakin apik diabadikan dalam kamera karena terkena sorotan lampu-lampu jalanan.



3. Taman Kota Jembrana, Bali

Foto: (wisatadewata.com)

Kabupaten Jembrana di Bali punya taman kota yang cantik dan kaya budaya. Namanya Taman Kota Pecangakan, yang berlokasi di Jl Jenderal Sudirman. Ada air mancur yang di tengahnya berdiri Patung Dewa Ruci, tokoh wayang dari kisah Mahabarata. Ada pula patung-patung Drupadi, Kresna, Sengkuni, Arjuna, Srikandi, dan Rama yang saling berhadapan.

Di taman kota seluas 2 Hektar ini terdapat lapangan rumput tempat warga melangsungkan upacara pada hari tertentu. Kabupaten Jembrana berjarak 96 Km dari Kota Denpasar.


4. Taman Juanda, Bandung
Foto: (jabarprov.go.id)

Taman kota Juanda di Dago Pakar, Bandung, terkenal oleh Gua Jepang dan Gua Belanda. Ya, selain menjadi tempat wisata alam, taman luas ini juga menjadi destinasi wisata sejarah.

Pohon-pohon pinus menjulang di sepanjang jalan setapak. Udaranya sangat sejuk, Anda bahkan bisa menemukan aneka fauna seperti burung jalak, musang, dan tupai. Kalau sudah sampai sini, tak ada salahnya bertolak ke Curug Omas yang mudah diakses lewat jalan setapak.


5. Taman Bungkul, Surabaya
Foto: (dkp-surabaya.org)

Inilah pusatnya anak muda di Surabaya. Taman kota Bungkul, berlokasi di Jl Raya Darmo, punya beragam fasilitas yang membuatnya asyik jadi tempat tongkrongan. Bayangkan saja, ada akses internet (WiFi) gratis untuk semua pengunjung!

Taman kota Bungkul juga punya jogging track, arena bermain anak, arena skateboard, dan amphiteater.

Nah, itulah 5 Taman Kota Paling Indah Di Indonesia semoga menambah wawasan anda.

Sumber : travel.detik.com
Readmore → 5 Taman Kota Paling Indah Di Indonesia

Mengintip Keindahan Pulau Asu di Indonesia

Asu itu dalam bahasa jawa berarti anjing, asu di lontarkan untuk menghina orang lain di masyarakat jawa, tetapi di Nias asu ini ialah nama sebuah pulau yang kecil dengan pantainya yang cantik.


Pulau asu ini termasuk dalam bagian kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar di indonesia, Luas pulau asu ini sekitar 18km/segi dengan penghuni tetap sekitar 20 kepala keluarga.


Lokasi pulau asu ini terletak di kecamatan sirompu kabupaten nias sumatera utara. Di pulau asu ini wisatawan dapat melakukan berbagai macam aktifitas yang menyenangkan diantaranya berjemur di pantai, trakking mengelilingi pulau, berenang di pinggir pantai, hingga surfing.


Walaupun pulau asu ini jauh dari kata2 mewah tidak berarti pulau ini sepi pengunjung, pulau ini banyak di kunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati ketenangan.


Pulau asu ini memiliki air laut yang jernih dengan hamparan pasir putih yang bersih dan lembut. nyiur pohon kelapa serta deburan ombak menjadikan suasana terasa tenang dan nyaman.


Ombak di pulau asu ini memiliki ketinggian 3 - 4 meter, selain itu wisatawan harus berhati2 karena di pulau asu ini memiliki karang2 yang tajam. jika ingin menikmati petualangan yang lain wisatawan dapat mencoba trakking mengililingi pulau asu yang indah ini.


Bagi wisatawan yang hobi memancing tempat ini menyediakan perahu yang dapat di sewa oleh wisatawan. memancing di malam hari akan membuat pengalaman menjadi berbeda. langit tanpa awan dan bintang2 yang bertaburan akan menjadi pemandangan yang indah di malam hari.


Untuk mencapai pulau asu ini wisatawan dapat menggunakan pesawat dari bandara polonia medan menuju bandara binaka gunung sitoli. dari gunung sitoli wisatawan melanjutkan perjalanan menuju sirombu, perjalanan di tempuh sekitar 1 - 2 jam. dari sirombu ada 2 pilihan untuk menuju pulau asu ini yaitu : wisatawan dapat menumpang kapal regular yang di kenakan biaya 30.000/orang yang di tempuh selama 2 jam, selain itu pilihan kedua wisatawan dapat menumpang speed boat hanya memerlukan waktu 40menit tetapi biaya akan lebih mahal yaitu 100.000

Untuk akomodasi serta fasilitas di pulau asu ini terdapat cottage sederhana harga cottage ini tergantu wisatawan pintar menawar atau tidak, selain itu pulau asu ini memiliki warung2 makan untuk memuaskan perut wisatawan yang lapar.
















Readmore → Mengintip Keindahan Pulau Asu di Indonesia

Keindahan Pulau Kanawa, Nusa Tenggara Timur


Pulau-pulau kecil, bak mutiara, menjalin Indonesia menjadi negara kepulauan nan indah. Pulau Kanawa di Kepulauan Komodo, Nusatenggara Timur, salah satu dari mutiara itu. Birunya laut yang jernih, indahnya terumbu karang, dan kesunyian yang menenangkan bisa dinikmati dengan biaya relatif murah.

Nama Pulau Kanawa pertama kali saya ketahui saat berada di ruang bagasi Bandara Komodo, Labuanbajo. Flores, Nusatenggara Timur. Beberapa poster yang mempromosikan penginapan di Labuanbajo dan sekitarnya tertempel di tembok. Saya agak bingung untuk memilih, berhubung ini kunjungan pertama di Labuanbajo.

Saat pintu keluar dibuka, serombongan laki-laki langsung masuk berhamburan. Mereka berebut menawarkan prospektus hotel. Hans, salah satu di antaranya, yang fasih berbahasa Inggris, Belanda, dan Jerman, dengan antusias menawarkan Kanawa.

"Hanya Rp 50.000,- per malam termasuk makan pagi, ongkos antar-jemput di Labuanbajo, dan sewa alat snorkel. Hanya 40 menit dari Labuanbajo dengan kapal. Anda tidak akan kecewa, tempat ini benar-benar indah dan tenang," janji Hans meyakinkan.

Berbekal air mineral

Terpukau dengan promosi Hans, saya dan teman dari Jerman, memutuskan ke Kanawa. Hans mengantar kami dengan mobil ke Labuanbajo, sekitar 20 menit dari bandara. Gratis.

Setiba di rumah makan di Labuanbajo, hujan deras turun. Sambil menunggu hujan reda, kami menikmati masakan ikan barakuda. Sayangnya, hujan baru berhenti pukul 14.00 lewat. Akibatnya, kami tertinggal kapal jemputan ke Kanawa yang biasa menjemput tamu pukul 12.00. Cara satu-satunya, menyewa sendiri kapal ke Kanawa dengan biaya Rp 60.000,-.

Kami berbekal air mineral botol cukup banyak, karena di Kanawa air minum mahal. Kapal bergerak meninggalkan Labuanbajo, kota nelayan di barat Flores. Perjalanan melalui laut sehabis hujan menyenangkan. Awan menyisih memberikan jalan bagi sinar matahari. Langit kelabu membuat pantulan air laut tidak menyilaukan mata. Pemandangan sekitar tampak jelas, menunjukkan betapa banyaknya gugus pulau di Kepulauan Komodo. Pulau-pulau kecil tandus itu berbentuk kerucut.

Setelah satu jam berayun-ayun di perairan Kepulauan Komodo, Kanawa mulai tampak di kejauhan. Bukitnya ditumbuhi perdu, rumah panggung kayunya berjajar rapi, demikian pula pohon-pohon rindang yang berbaris teratur. Di bawah lautnya yang jernih dan beralas terumbu karang kami mengintip ikan-ikan berkejaran.

"Stop!" sang kapten berteriak mengagetkan. Rupanya lambung kapal hampir mengenai terumbu karang. Memang, Pulau Kanawa dikeliling hamparan terumbu karang. Saat laut surut, tidak ada kapal dapat merapat di pantainya. Menjelang Pulau Kanawa, sekoci kecil datang menjemput. Sedangkan kapal kami, kembali berlayar ke Labuanbajo.


Kamar mandi tak beratap

Jalan menuju setiap bungalo dibatasi dengan barisan apik cangkang karang bercat putih. Pepohonan rindang meneduhi hamparan pasir putih. Satu-dua di antara batang pohon dipasang hammock untuk bermalas-malasan.

Bungalo itu berupa rumah panggung beralas papan. Hanya ada satu ruang untuk tidur seluas kurang lebih 4 x 4 m berdinding gedek dan beratap genting. Di dalam kamar disediakan sebuah dipan yang dilengkapi kelambu. Sebuah lampu pijar menempel di tembok dekat jendela yang menghadap pantai. Di balkon ada dua kursi yang catnya agak kusam, sebuah meja, serta tali jemuran. Sederhana tapi memadai untuk beristirahat. Terasa tenang, apalagi hanya tiga meter di depan balkon terhampar pantai pasir putih dengan laut biru sebening kaca.

Kamar mandi dan WC terletak di luar, di samping bangunan, sejajar dengan tanah dan tanpa atap. Namun, jangan takut diintip, karena kamar mandi dikelilingi tembok. Untuk mandi disediakan bak penampung air tawar yang dialirkan melalui keran, tapi untuk menyiram WC ada seember air laut. Tampak jelas imbauan menghemat air tawar terpampang di kamar mandi. Tidak heran, karena pengelola Kanawa harus membeli air tawar dari Labuanbajo untuk keperluan memasak dan mandi para tamu.

Menjelang senja, kami menunggu dengan penuh harap tergelincirnya matahari menuju peraduan malam. Sayangnya, awan mengalangi pandangan, memupus harapan itu.

Deru mesin genset mulai terdengar begitu malam datang. Genset memang satu-satunya sumber energi listrik di Kanawa. Untuk penerang, di Kanawa dipakai lampu petromaks yang akan sedikit menghangatkan setiap bungalo yang berpenghuni. Berbeda dengan Kanawa yang sepi kilauan lampu, di kejauhan pulau tetangga, P. Mesah, ramai dengan kelip pendar lampu.

Restoran menjadi tempat sosialisasi di malam hari. Beberapa turis asing asyik mengobrol, main kartu, ataupun minum-minum. Harga hidangan yang ditawarkan restoran bisa dibilang ekonomis. Mengingat sayuran dan bahan makanan harus dibeli di Labuanbajo, bahkan dipesan dari Bali. Seporsi cah kangkung Rp 10.000,- dan satu porsi kari ayam Rp 20.000,-.

Kegiatan malam berakhir, kala angin bertiup makin kencang. Sebagian besar tamu kembali ke penginapan masing-masing, menyisakan sunyi. Yang terdengar, tinggal gemerisik daun-daun diterpa angin.


"Akuarium" raksasa

Pagi hari, pemandangan sebelum matahari keluar dari persembunyiannya sungguh mengagumkan. Langit gelap perlahan-lahan beralih kemerahan, menjadi jingga, dan akhirnya terang-benderang. Air pasang semalam meninggalkan tumbuhan makroalga yang menggeletak di sepanjang garis pantai. Petugas bungalo mulai menyapu membersihkan sisa-sisa tumbuhan itu, sambil menyapa para tamu yang baru bangun.

Hanya bagian selatan pulau ini yang dihuni. Bagian utara, yang dipisahkan dengan bukit, adalah pantai dengan terumbu karang yang lebih luas. Nama Kanawa sendiri adalah nama pohon. Entah mengapa, pulau ini disebut demikian.

Haji Idris, pemilik bungalo asal Labuanbajo, membangun resor di Kanawa kira-kira sembilan tahun lalu. Saat tidak ada tamu, penghuni pulau seluas sekitar 3 km2M itu hanya tujuh orang, yakni para petugas resor.
Pukul 09.00 sinar matahari sudah menyengat. Inilah saat terbaik untuk snorkeling sebelum matahari makin tinggi. Setelah sarapan pancake dan teh hangat di restoran, kami mengambil fin (sepatu katak) dan masker, siap ber-snorkeling.

Di tepi pantai dengan mata telanjang sekalipun tampak jelas dasar laut yang berpasir putih serta kawanan ikan-ikan kecil yang berenang bebas. Saat ber-snorkel, rasanya seperti masuk akuarium raksasa.

Pertama kali muncul bintang laut berduri. Makhluk berwarna merah-kuning dengan diameter 20 cm itu bertebaran kira-kira 3 m dari garis pantai. Makin menjauhi pantai, kurang lebih 20 m, terbentang hamparan luas gugus terumbu karang dengan ratusan jenis ikan. Anemon laut, karang Arcopora, kepiting kecil, kerang, dan udang kecil hidup aman tak terusik. Kawanan ikan terumbu karang dengan warna-warni cerah mencolok mata berenang kian-kemari. Sementara kawanan yang lain asyik menyantap alga yang tumbuh di terumbu karang. Bila jeli, terlihat pula ular laut loreng merah hitam menyelinap di antara bebatuan. Pemandangan di "akuarium" raksasa itu memang membetahkan.

Namun, jangan pula berlama-lama di air, mengingat matahari bersinar sangat ganas pada tengah hari. Buktinya, begitu muncul di permukaan, kulit terasa panas. Tak terasa satu jam lebih berlalu untuk menyaksikan keindahan terumbu karang.

Kalaupun tak berminat terjun ke laut, kegiatan lain yang pantang dilewatkan adalah melihat budidaya mutiara, penangkaran hiu, red snapper, dan ikan napoleon di "rumah" Ayung, pengelola bungalo. Ikan-ikan itu dipisahkan satu sama lain dengan jala. Hiu yang ditangkar adalah hiu yang masih muda. Nantinya ikan-ikan itu diekspor ke Hong Kong. Yang dimaksud dengan rumah di sini adalah bangunan panggung di lepas pantai Kanawa, kurang lebih 10 m dari pantai. Di sana, di tengah laut itu, Ayung tinggal bersama keluarganya.


Berpetualang ala Robinson Crusoe

Bila bukan musim libur, menginap di Kanawa seperti menginap di pulau pribadi. Mau berenang, memancing, berjemur sepuasnya, atau bermalas-malasan seharian di bawah ayunan pohon, dijamin tidak akan ada yang mengganggu. Jangan harap hal itu terjadi di musim liburan, karena bungalo penuh tamu.

Letak Kanawa terasing dan jauh dari kebisingan. Hampir tidak ada perahu atau kapal melintasi Kanawa, kecuali kapal antar-jemput tamu. Yang lebih membuat terasing adalah sulitnya alat komunikasi. Radio panggil menjadi satu-satunya alat komunikasi yang menghubungkan Kanawa dengan dunia luar. Dapat dibayangkan sunyinya kehidupan di Kanawa.

Saking sunyinya, di siang hari hanya terdengar kicau burung yang bertengger di bawah pohon kersen ataupun sayup-sayup suara percakapan atau canda petugas bungalo.

Meski suasana sangat santai, damai, dan tenang, jangan dikira Kanawa hanya untuk bermalas-malasan. Dunia petualangan ala Robinson Crusoe siap menantang.

Menurut Ayung, beberapa waktu lalu sepasang turis asal Inggris ingin berkemah di balik bukit. Mereka pun mendaki untuk mencapai dataran di balik bukit dan bermalam di sana di bawah tenda. Esok paginya mereka berenang untuk kembali ke bungalo. Kedengarannya mengasyikkan.

Merasa tertantang, dengan panduan Karim, petugas resor, kami pun mendaki bukit kecil di balik penginapan. Meski tinggi bukit tidak lebih dari 200 m, jangan lupa membawa persediaan air minum karena terik surya cepat mengundang haus. Butuh sedikit perjuangan untuk mendaki bukit yang padat ditumbuhi alang-alang tajam. Tapi, begitu tiba di atas, kepenatan terlupakan. Pemandangan Kanawa dan kepulauan sekitarnya sangat spektakuler.

Tampak jelas perairan warna air laut beralih dari biru muda menjadi biru tua, serta peralihan dari perairan dangkal ke dalam. Dari tempat ini pun kita dapat menikmati matahari terbenam. Nun jauh, terlihat lekuk-lekuk pulau-pulau yang mulai gelap tersapu awan.

Bagi pencinta hidangan laut, Kanawa bagai surga. Dengan memesan sebelumnya, makan malam dengan hidangan seperti cumi-cumi, ikan kakap, red snapper, lobster, ataupun kerang hasil tangkapan siang hari dapat dinikmati dengan harga lumayan murah. Misalkan, 1 kilogram lobster yang sudah diolah harganya Rp 75.000,-.

Memungut bintang laut kala surut

Kami beruntung dapat menikmati bulan purnama di Kanawa. Menjelang sore, saat laut surut. Terbentang daratan dadakan, yang biasanya terendam air laut, sampai kira-kira 10 m dari garis pantai. Namun, lebih dari itu banyak karang tajam mengadang. Bintang laut dan kepiting kecil berserakan di sana-sini. Sementara kapal yang tadinya mengapung di air, kini tampak terpaku kaku di daratan.

Masih saat bulan purnama yang berlangsung tiga malam berturut-turut. Selepas magrib nun di kejauhan tampak barisan lampu berkelap-kelip. Rupanya nelayan penduduk P. Mesah, yang berjarak sekitar 30 menit dengan perahu motor dari Kanawa, tengah menjalankan ritual menangkap ikan. Ritual itu mereka lakukan setiap purnama tiba. Sebuah pemandangan mengasyikkan dari jauh.

Di malam hari langit terasa begitu dekat. Udara bersih membuat kerlip bintang selatan memancar terang. Sepanjang zaman tak kenal bosan debur ombak pelahan menampar bibir pantai. Di Kanawa, sang waktu memang terasa panjang. Malam menunggu siang, siang menunggu malam. Kanawa, memang tempat tepat mencari tenang.
Readmore → Keindahan Pulau Kanawa, Nusa Tenggara Timur